Cara Jitu Biar Nggak Diakali Tukang Bangunan Pas Renovasi Rumah

Cara Jitu Biar Nggak Diakali Tukang Bangunan Pas Renovasi Rumah

BasriHasan -

Membangun atau merenovasi rumah seringkali menjadi momen yang mendebarkan sekaligus bikin stres. Salah satu ketakutan terbesar pemilik rumah adalah dibohongi oleh tukang ...

更多...

Membangun atau merenovasi rumah seringkali menjadi momen yang mendebarkan sekaligus bikin stres. Salah satu ketakutan terbesar pemilik rumah adalah dibohongi oleh tukang bangunan. Entah itu masalah harga yang digelembungkan, material yang dikurangi kualitasnya, atau waktu pengerjaan yang sengaja diulur-ulur supaya ongkos harian makin membengkak. Memang tidak semua tukang itu nakal, banyak juga yang jujur dan profesional. Tapi, tidak ada salahnya kita waspada agar uang hasil jerih payah kita tidak terbuang sia-sia.

Pahami Bedanya Borongan dan Harian

Langkah pertama yang harus Anda pahami adalah sistem pembayaran. Ada dua cara yang biasanya dipakai, yaitu sistem harian dan sistem borongan. Kalau Anda pakai sistem harian, tukang dibayar per hari kerja. Kelemahannya, kalau tukangnya tidak jujur, mereka bisa saja bekerja sangat lambat supaya jumlah hari kerjanya banyak dan mereka dapat uang lebih.

Sedangkan sistem borongan biasanya sudah dipatok harga total untuk satu pekerjaan sampai selesai. Borongan ini pun dibagi dua, ada borongan tenaga saja dan ada borongan total (tenaga plus material). Jika Anda tidak mau pusing, borongan total memang praktis, tapi di sinilah celah penipuan paling besar terjadi. Tukang bisa saja membelikan material kualitas rendah padahal mereka menagih harga material kualitas tinggi. Jadi, sangat disarankan bagi pemula untuk memilih borongan tenaga saja, sementara urusan beli semen, pasir, dan cat tetap Anda yang pegang kendalinya.

Buat Daftar Pekerjaan yang Jelas

Jangan pernah memulai proyek hanya dengan kesepakatan lisan seperti "Tolong renovasi dapur saya ya". Ini adalah celah masuknya masalah. Anda harus membuat catatan tertulis tentang apa saja yang mau dikerjakan. Misalnya, bongkar ubin lama, pasang ubin baru merk A ukuran 60x60, cat dinding warna putih, dan pasang wastafel.

Dengan adanya daftar ini, tukang tidak bisa tiba-tiba minta uang tambahan di tengah jalan untuk pekerjaan yang sebenarnya sudah termasuk dalam rencana awal. Pastikan Anda dan kepala tukang sama-sama memegang salinan daftar ini. Hal ini juga membantu Anda mengecek apakah pekerjaan sudah selesai sesuai target atau belum.

Cari Tukang Lewat Rekomendasi Terpercaya

Jangan sembarangan ambil tukang yang mangkal di pinggir jalan atau yang tidak jelas asal-usulnya. Cara paling aman adalah bertanya kepada teman, saudara, atau tetangga yang baru saja selesai renovasi rumah dan hasilnya memuaskan. Tukang yang punya reputasi bagus biasanya selalu dicari orang dan jarang nganggur.

Tanyakan kepada pemberi rekomendasi bagaimana cara kerja si tukang, apakah sering bolos, apakah kerjanya rapi, dan yang paling penting, apakah mereka jujur soal uang. Jika perlu, Anda bisa mampir ke rumah teman tersebut untuk melihat langsung hasil kerjanya. Foto-foto di HP bisa menipu, tapi melihat langsung tekstur semen dan kerapian ubin tidak akan bohong.

Jangan Malas Cek Harga Material di Pasaran

Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan pemilik rumah. Karena malas atau merasa tidak tahu apa-apa, semua urusan harga diserahkan ke tukang. Ingat, harga toko bangunan itu bisa beda-beda. Luangkan waktu satu hari untuk survei ke beberapa toko bangunan di dekat lokasi rumah Anda.

Tanyakan harga semen, pasir satu truk, besi beton, sampai harga cat. Dengan tahu harga dasar, Anda tidak akan mudah dibohongi saat tukang minta uang untuk beli material. Kalau mereka bilang harga semen naik jadi sekian rupiah, Anda bisa langsung menyanggah karena sudah tahu harga aslinya. Bahkan kalau bisa, Anda sendiri yang memesan ke toko bangunan dan minta toko tersebut mengirim ke rumah, jadi tukang tinggal menerima barang saja.

Sering-sering Meninjau Lokasi

Salah satu alasan tukang berani "main" adalah karena pemilik rumah jarang datang meninjau. Jika Anda hanya datang seminggu sekali, tukang punya banyak waktu untuk malas-malasan atau bahkan mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan yang kemudian ditutup-tutupi.

Usahakan datang ke lokasi minimal dua hari sekali atau secara acak di jam-jam kerja. Kedatangan Anda memberikan pesan bahwa Anda serius mengawasi proyek ini. Perhatikan sisa material yang ada. Jika Anda beli 10 sak semen tapi dalam tiga hari sudah habis padahal tembok yang dibangun cuma sedikit, Anda patut curiga. Jangan ragu untuk bertanya, "Lho, semennya kok sudah habis? Dipakai buat bagian mana saja?".

Berikan Uang Secara Bertahap (Termin)

Jangan pernah memberikan uang muka atau DP yang terlalu besar di awal, apalagi langsung lunas. Ini sangat berbahaya karena bisa memancing tukang untuk kabur atau bekerja semaunya karena uang sudah di tangan.

Gunakan sistem termin. Misalnya, bayar 20 persen di awal sebagai tanda jadi, lalu bayar lagi 30 persen saat pekerjaan mencapai setengah jalan, dan sisanya dibayar setelah semua pekerjaan selesai dan Anda sudah mengecek kualitasnya. Pastikan juga Anda menahan sekitar 5 sampai 10 persen dari total biaya sebagai "dana jaminan" yang baru akan dibayarkan satu atau dua minggu setelah proyek selesai. Tujuannya adalah untuk memastikan jika ada kebocoran atau ubin yang lepas setelah ditinggal tukang, mereka masih mau datang untuk memperbaikinya.

Perhatikan Kebersihan dan Sisa Material

Tukang yang profesional biasanya rapi dalam bekerja. Jika Anda melihat lokasi proyek sangat berantakan, banyak material terbuang percuma (misalnya banyak semen tercecer atau banyak potongan kabel yang masih panjang dibuang), itu tandanya tukang tersebut tidak efisien.

Material yang terbuang sama saja dengan uang Anda yang terbuang. Tegur dengan halus jika Anda melihat banyak pemborosan. Mintalah mereka untuk mengumpulkan sisa-sisa material yang masih bisa dipakai. Seringkali, sisa keramik atau kayu bisa digunakan untuk bagian rumah yang lain jika dikumpulkan dengan benar.

Jangan Terlalu Akrab tapi Tetap Manusiawi

Hubungan baik dengan tukang itu perlu, tapi tetap harus ada batas profesional. Kalau Anda terlalu akrab, sering diajak bercanda berlebihan, atau sering makan bareng tanpa batas, biasanya akan muncul rasa sungkan saat Anda ingin menegur kesalahan kerja mereka. Tukang juga bisa jadi meremehkan Anda karena menganggap Anda adalah teman, bukan atasan.

Tetaplah bersikap tegas. Berikan camilan atau kopi secukupnya sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka, tapi kalau ada kerjaan yang miring atau tidak sesuai keinginan, langsung katakan saat itu juga. Jangan menunggu sampai pekerjaan selesai baru komplain, karena membongkar bangunan yang sudah jadi itu makan biaya lagi.

Gunakan Skema Borongan Upah yang Masuk Akal

Banyak orang terjebak mencari tukang yang menawarkan harga paling murah. Hati-hati, harga yang terlalu murah biasanya punya jebakan. Entah itu pekerjaannya yang dikerjakan asal cepat saja, atau nantinya mereka akan menuntut banyak biaya tambahan dengan alasan ini dan itu.

Cari tahu standar harga borongan upah di daerah Anda. Jika rata-rata harga borongan pasang keramik adalah 50 ribu per meter, dan ada tukang yang menawarkan 20 ribu, Anda harus waspada. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal tapi hasilnya rapi dan tukangnya tidak banyak drama daripada murah di awal tapi pusing di belakang.

Catat Semua Pengeluaran Sekecil Apapun

Selalu sediakan buku catatan khusus untuk proyek renovasi Anda. Catat kapan Anda memberikan uang ke tukang, berapa jumlahnya, dan untuk keperluan apa. Setiap kali ada barang datang, catat jumlahnya.

Jika tukang yang membelikan barang, wajib minta nota dari toko bangunan. Periksa nota tersebut, pastikan tanggalnya baru dan tidak ada coretan yang mencurigakan. Kadang ada oknum tukang yang bekerja sama dengan toko bangunan untuk menaikkan harga di nota (mark-up). Dengan mencatat semuanya, Anda punya bukti kuat jika suatu saat terjadi selisih hitungan dengan kepala tukang.

Menjaga komunikasi yang jelas dan pengawasan yang ketat adalah kunci utama agar tidak dibohongi. Dengan menerapkan tips di atas, Anda bukan hanya mengamankan uang Anda, tapi juga memastikan rumah impian Anda terbangun dengan kualitas yang sesuai harapan.

Referensi:

https://micokelana.blogspot.com/2026/01/jangan-mau-dibohongi-tukang-kenali.html